5.08.2012

Anies Baswedan: Ucapan Marzuki Alie Tidak Cerdas

Ucapan Ketua DPR RI, Marzuki Alie yang menyatakan alumnus Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah koruptor dinilai oleh Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan sebagai ucapan yang tidak cerdas. Sebagai ketua DPR yang merupakan pejabat tinggi negara juga dinilai tidak pantas mengucapkan seperti itu.

"Masalah korupsi sebaknya jangan dilihat dari asal pendidikannya. Itu berbahaya," ungkap Anies Rasyid Baswedan menjawab pertanyaan wartawan disela-sela acara Roadshow 'Indonesia Mengajar' di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Selasa (8/5/2012).

Berbahayanya, kata Anies, pertama mengapa Marzuki Alie sebagai Ketua DPR hanya menyimpulkan penyebab korupsi hanya seperti itu. Kedua, sumber korupsi tidak hanya di instansi pemerintah atau swasta saja, tapi semuanya.

Oleh karena itu, menurut dia, salah satu cara mencegah korupsi di masa depan atau generasi mendatang adalah dengan pendidikan yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi. Universitas Paramadina adalah satu-satunya perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah anti korupsi.

"Jadi tidak bisa dilihat dari UI atau UGM saja," ungkap Anies.

Anies sendiri mengaku heran dengan ucapan Marzuki Alie. Sebab Marzuki adalah pejabat tinggi negara.

"Kurang tinggi apa jabatan ketua DPR itu. Menurut saya itu kurang bijak, tidak pantas sebagai wakil rakyat bicara seperti itu. Tidak cerdas," pungkas alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu 


REVIEW
seorang pemimpin seharusnya bisa menjaga etika misalnya ucapan. ucapan bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Pendidikan tidak akan mengajarkan kita pada hal yang buruk. melainkan pendidikanlah yang membuat hidup ini mempunyai moral dan hati nurani. sebab pendidikan dimanapun tidak akan mengajarkan kita akan hal-hal buruk.

Kasus Cekcok dengan Istri Polisi, Setelah Dibui 2 Minggu Ade Bebas

Ade Abidin (56) akhirnya menghirup udara bebas. Setelah ditahan selama 2 minggu karena kasus penamparan pada istri Wakapolsek Salabintana sebagai buntut cekcok kecelakaan lalu lintas, akhirnya dia dibebaskan. Ade bebas setelah Kapolres Sukabumi AKBP W Urif Laksana turun tangan.

"Sudah dibebaskan, LP (laporan-red) sudah dicabut dengan adanya perdamaian dari kedua belah pihak," jelas Urif saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/5/2012).

Pembebasan Ade ini disambut positif anggota Komisi III DPR Indra SH. Menurut politisi PKS ini, seharusnya Polres Sukabumi sejak awal bisa menangani kasus ini dengan bijak. Kronologi utuh kasus harus dilihat secara tuntas.

Citra polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat menjadi pertaruhan. Polisi harus bisa bersikap adil. "Polres Sukabumi harus bisa melihat kasus secara utuh," jelas Indra.

Sebelumnya pada Minggu (22/4) pukul 15.00 WIB, Ade dan istrinya terlibat cekcok dengan seorang istri polisi karena serempetan kendaraan di Jl Veteran, Sukabumi. Mobil Honda Jazz yang dikemudikan istri polisi itu hendak menyalip mobil box. Saat dia mengambil jalur di sebelahnya, dari arah berlawanan ada motor yang ditumpangi Ade dan istrinya.

Menghindari tabrakan, Ade pun mengerem motornya dan terjatuh. Nah, sang istri polisi itu tidak berhenti dan malah tancap gas. Ade bersama istrinya kemudian mengejar istri polisi itu.

Ketika berhasil distop, terlibatlah keributan. Ade pun sempat emosi dan menampar istri polisi. Hingga kemudian, dia ditahan di Mapolres Sukabumi.

Istri Ade, Sutiasih, yang juga menjadi korban kecelakaan, sudah meminta maaf dan memohon ampun kepada istri polisi itu. Dia berharap suaminya bisa bebas setelah ditahan 2 minggu karena insiden penamparan.



review
Hal ini akan menjadi pengalaman kita semua, bahwa kita jangan termakan oleh emosi. dan jangan mentang-mentang kita istri atau sodara orang penting kita bisa sewenang-wenang. 

Terobos Jalur Busway TNI dan Pengendara di Tilang

Puluhan pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas di jalur TransJakarta, Jl Senen Raya, Jakpus, ditilang polisi. Tidak hanya warga sipil, anggota TNI juga ditertibkan karena menerobos jalur di Koridor II tersebut.

"Betul kita lakukan penertiban, kita libatkan PM (polisi militer) juga," kata Wakasat Lantas Jakarta Pusat, Kompol Gimo, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (8/5/2012).

Gimo tidak bisa menjelaskan jumlah detail pelanggaran dalam operasi yang digelar pagi tadi. Operasi tersebut digelar mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB di sepanjang ruas Jalan Senen Raya.

"Jumlah pastinya masih kita data, sekitaran puluhan yang kita tertibkan. operasi ini rutin dilakukan untuk sterilisasi," papar Gimo.

Ia menjelaskan, bagi pihak TNI yang terkena penertiban operasi tersebut, diserahkan ke pihak Polisi Militer. Penertiban juga dilakukan kepada pengendara yang tidak sesuai aturan.

"Untuk pihak TNI diserahkan ke PM. Kita juga tilang pengendara yang tidak menyalakan lampu, tidak pakai sabuk pengaman, dan sebagainya," ucap Gimo.



review
kurang sadarnya akan peraturan lalu lintas. TNI saja masih melanggar apalagi rakyat biasa. sungguh ironi, kedisiplinan di negara ini sungguh memprihatinkan, dari mulai pemimpinnya sampai bawah. harusnya adanya tindakan tegas dari penegak hukum agar lebih bisa mematuhi lalu lintas. sebab lalu lintas itu adalah fasilitas umum.

Pelaku Keributan di Sevel diduga 20 orang

 Polisi masih mengidentifikasi pelaku keributan di 7-Eleven, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2012) pukul 01.00 WIB. Diduga keributan dilakukan sekitar 20 orang dan merupakan sesama pengunjung toko.

"Terjadi keributan sekitar 20 orang," kata Kanit Resmob Polres Jakarta Pusat AKP Agus Supriyanto pada detikcom, Selasa (8/5/2012).

Agus mengatakan polisi masih memeriksa sejumlah saksi yang melihat keributan tersebut.

"Satpamnya mau diperiksa. Tapi belum datang," ujarnya.

Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyita sejumlah barang bukti seperti batu-batuan dan pecahan botol. "Batu-batu kecil sama botol minuman yang sudah pecah. Beling-beling juga ada," ujarnya.

Pantauan detikcom di lokasi, 5 tenda toko tersebut diberi garis polisi. Namun toko tersebut masih tetap beroperasi. Ada beberapa pengunjung yang datang ke toko tersebut.

Keributan yang terjadi menyisakan beracak darah seperti cap jari. Ada 4 cap jari yang terlihat di tembok samping toko tersebut.

http://news.detik.com/reviad/2012/05/08/120930/1911889/10/pelaku-keributan-di-7-eleven-salemba-diduga-20-orang


REVIEW
apa yang menyebabkan terjadi keributan di tempat mini market. tempat itu untuk berbelanja tapi kok dipakai untuk ribut, bentrok, chaos. untuk polisi seharusnya bisa diusut agar keamanan kembali.

Alasan Dahlan Iskan Kerap Beraksi Fenomenal

Tentu publik sudah mengetahui aksi-aksi fenomenal Dahlan Iskan, bos media Jawa Pos yang kini menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mulai dari naik KRL ke Bogor, ngamuk di pintu tol Jasa Marga hingga tidur di rumah warga Kulon Progo.

Pertanyaanya, kenapa Dahlan Iskan selalu melakukan itu? Ada anggapan aksi ini hanyalah pencitraan kepada masyarakat, dengan bantuan publikasi media. Namun tidak sedikit juga yang menyanjung gebrakan Dahlan, karena tidak semua pejabat memiliki perilaku 'tak biasa' macam Dahlan.

Menurut Dahlan, aksi-aksinya selama ini semata-mata untuk memberi dorongan moral, semangat sekaligus kritikan kepada perusahaan negara. BUMN bukan perusahaan manja yang selalu mengandalkan uang APBN dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Tujuannya membantu, kayak Perumnas. Nggak bisa lagi menyediakan PMN," katanya kepada detikFinance, Rabu (4/4/2012) malam.

Apalagi, lanjut Dahlan, BUMN tidak lagi istimewa dibanding perusahaan lain. Pemerintah tidak membuat aturan yang mengistimewakan perusahaan-perusahaan negera.

"Nah, yang bisa dilakukan ada memberi dorongan moril kepada mereka, semangat. Itu saja. Supaya jangan sampai, BUMN sudah pemerintah tidak bisa bantu atau buat peraturan secara khusus, tidak ada dorongan juga," paparnya.

Seperti yang Dahlan lakukan awal pekan ini, dengan menginap pada salah satu kamar di rusun Perumnas. Ia mengaku ide bermalam ini tidak ia rencanakan.

"Yak, jadi semangat internal. Seperti tidur di Perumnas merupakan ide yang direncanakan. Itu ada raker Perumanas, dan disitu banyak persoalan yang dikemukakan. Kok sulit dan banyak (masalah), okelah saya solider sama Anda (Perumnas). Ayo saya tinjau proyeknya, kalau perlu saya tidur bersama.

"Hidup ini tanpa semangat kan, tidak ada artinya apa-apa. (Aksi) ini juga sebagai dorongan dan kritikan," imbuhnya.

http://finance.detik.com/read/2012/04/05/070538/1885602/68/ini-alasan-dahlan-iskan-kerap-beraksi-fenomenal

review:
sosok Pak Dahlan ini adalah sosok yang saya sukai, bisa dilihat dengan aksi-aksi dia yang berbaur kepada rakyat seperti pada contoh naik KRL atau menginap, hal itu menjadi spirit bagi orang-orang untuk menunjukan bahwa masih ada orang yang peduli, dan jangan merasa sendirian di dunia ini.

Jero Wacik Naik OJEG

Jakarta - Semua menteri dan pejabat negara termasuk Presiden SBY hari ini menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta. Akses jalan pun macet, Menteri ESDM Jero Wacik terpaksa sewa ojek.

Jero yang datang setelah rombongan Presiden SBY memang sulit untuk menembus akses ke Hotel Bidakara karena dipenuhi oleh protokoler dan pengamanan presiden.

"Iya saya naik ojek tadi. Bayarnya yang sesuai sajalah," kata Jero yang mengenakan pakaian safari cokelat di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan ini mengatakan, ia terpaksa naik ojek agar tak telat untuk mendengar arahan Presiden SBY dalam acara tersebut.

Pagi tadi pukul 10.00 WIB Hotel Bidakara yang terletak di kawasan Pancoran Jakarta padat karena acara ini. Kendaraan sulit masuk karena adanya rombongan menteri dan presiden. Jika telat sedikit, ya terpaksa naik ojek seperti Pak Jero. Tapi Jero enak, sebab uang ojeknya dibayarkan oleh ajudannya.

http://finance.detik.com/read/2012/04/26/122841/1902085/68/jero-wacik-pun-terpaksa-naik-ojek

review :
ya apa salahnya seorang Jero Wacik naik ojeg. Toh walaupun dia seorang mantan mentri tak ada salahnya untuk naik ojeg, semoga orang besar seperti Pak Jero Wacik ini masih bisa down to earth dan membuat yang lain menjadi meniru sifat terpuji beliau.

Ini Dia Contoh Pemda yang Bisa Pangkas Perjalanan Dinas

Penggelembungan anggaran perjalanan dinas tak sepenuhnya bisa dilakukan oleh PNS di daerah. Tercatat ada beberapa pemerintah daerah yang cukup ketat mengawasi anggaran perjalanan dinasnya.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Agung Pambudhi mengatakan contoh pemda yang cukup berhasil menekan perjalanan dinasnya antara lain Kota Tarakan di Kalimantan Timur, Kabupaten Bantul di Yogyakarta, dan lainnya. Anggaran perjalanan dinas di daerah itu bisa dihemat hingga 20-30% dengan kemauan kepala daerah yang konsen terhadap penghematan anggaran.

"Yang menjadi kuncinya adalah kepala daerahnya yang berkomitmen, nyatanya ada yang bisa penghematan 20-30% dari biaya operasi perjalanan dinas, itu bisa digunakan untuk pelayanan dasar, seperti air bersih, dana untuk jalan dan lain-lain," katanya kepada detikFinance, Selasa (8/5/2012)

Menurutnya Tarakan dan Bantul hanya contoh dari sekian daerah lainnya yang sudah melakukan penghematan anggaran dinas. Salah satu keberhasilan para pemda ini antaralain memangkas program-program yang tumpang tindih, karena bisa memicu membengkaknya perjalanan dinas.

"Tarakan sudah cukup lama, setidaknya sejak lima tahun otonomi daerah, Bantul dan daerah-daerah lainnya bisa melakukan penghematan karena ada pemangkasan birokrasi, sinergi program," katanya.

Ia juga menambahkan tak sependapat dengan adanya penilaian fragmentasi struktur organisasi di birokrasi daerah memicu pembengkakan anggaran dinas. Menurutnya struktur birokrasi di daerah sangat tergantung dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya dinas perindustrian perdagangan dan UKM.

"Justru kalau menurut saya di pusat yang nggak perlu, misalnya kementerian daerah tertinggal, kementerian pemuda dan olah raga, pemberdayaan perempuan dan kementerian UKM," katanya.

Sebelumnya Wamen Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo menuturkan bahwa fragmentasi struktur birokrasi di daerah dan pusat menjadi salah satu pemicu bengkaknya perjalanan dinas.

Misalnya sebuah dinas perindustrian, perdagangan dan UKM di suatu daerah harus bolak-balik ke Jakarta cuma untuk mengikuti rapat kerja Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian UKM di waktu yang berbeda.

http://finance.detik.com/read/2012/05/08/104400/1911775/4/ini-dia-contoh-pemda-yang-bisa-pangkas-perjalanan-dinas?991101mainnews
Review,
sungguh bagus untuk menjadi contoh bagi pemda-pemda yang lain untuk lebih menekankan dana untuk hal yang tidak tidak berguna untuk lebih mementingkan kepada kesejahteraan rakyat. Hal ini harus menjadi awal kepedulian dari pemimpin supaya tidak lupa daratan. kita harus mengetahui bahwa kedaulatan tertinggi itu ada ditangan rakyat, jadi tanpa rakyat pemimpin bukanlah apa-apa.